Ekonomi

Sistem Ekonomi yang Digunakan Negara Komunis

Negara komunis adalah negara yang menjalankan sistem kepemilikan bersama, dimana hak milik perorangan dihapus, dan sepenuhnya dikontrol oleh negara. Dengan kata lain, kepemilikan secara pribadi akan sangat dibatasi atau bahkan ditiadakan demi kemakmuran bersama. Beberapa negara yang hingga kini masih menganut paham komunis antara lain Korea Utara, Kuba, Eritrea, Laos, Vietnam, dan Republik Rakyat Tiongkok (China).

Pada sistem ekonomi negara komunis, hanya pemerintah yang berhak mengatur seluruh sumber kegiatan perekonomian. Paham ini melarang suatu kelompok atau individu mempunyai kekayaan pribadi, sehingga semua industri perekonomian besar maupun kecil sepenuhnya bergantung kepada pemerintah.

Mengetahui Sejarah Sistem Ekonomi Komunis

Pemerintah pusat berwenang membuat semua perintah perekonomian di negara yang menganut paham komunis. Seperti Korea Utara dan Tiongkok, dimana pemerintah dari kedua negara tersebut berhak menentukan segalanya. Mulai dari apa yang harus dikonsumsi masyarakat hingga lokasi penempatan kerja. Sistem ekonomi ini memiliki sifat totaliter, sehingga tidak ada hak milik pribadi.

Selain itu, tidak ada perusahaan swasta, karena semuanya milik negara. Masyarakat juga tidak diperbolehkan memilih pekerjaan, dan pemerintah bisa mengendalikan harga. Nah, bagaimana sejarah perkembangan sistem ekonomi negara komunis? Menurut berbagai sumber, paham ini pertama kali dikembangkan oleh Karl Marx dan Friedrich Engels pada tahun 1800.

Karl Marx mempunyai keyakinan bahwa suatu negara yang membentuk pengendalian dalam sistem perekonomian menjadi satu-satunya cara menciptakan keharmonisan antar masyarakat. Tujuan dari paham ini adalah menghapus semua perbedaan yang ada, dan menciptakan alat produksi secara bersama-sama. Sistem ekonomi komunis dapat menghapus kapitalisme, sehingga pengendalinya hanya dari satu pihak saja.

Menurut Karl Marx, ekonomi kapitalisme memungkinkan kaum Borjuis untuk memegang kekuasaan. Sementara kaum proletar akan diperlakukan tidak adil  karena caranya tidak proporsional. Maka dari itu ia berpendapat bahwa pendistribusian yang dikontrol negara dapat dibagi merata, sehingga semua masyarakat bisa bekerja.

Kelebihan dan Kekurangan Sistem Ekonomi Negara Komunis

Sistem ekonomi komunis memiliki beberapa kelebihan. Berikut beberapa diantaranya:

  •       Setiap individu, tidak terkecuali orang-orang dengan cacat mental, cacat fisik, dan orang yang lemah bisa memperoleh pekerjaan yang dijamin negara.
  •       Kebutuhan pokok mulai dari sandang, pangan, papan, pekerjaan, fasilitas kesehatan, dan kebutuhan lainnya sudah terjamin untuk semua warga negara.
  •       Semua pekerjaan baik itu produksi maupun dalam penggunaannya direncanakan oleh negara dengan sempurna. Sehingga tidak akan terjadi kekurangan seperti di pasar kapitalis.
  •       Pemerintah mudah mengatur masalah ekonomi, pengangguran, dan inflasi. Krisis ekonomi dapat dicegah dengan sistem ini.
  •       Negara mengelola semua bentuk produksi bersama dengan keuntungan-keuntungan yang akan dipakai demi kepentingan bersama.

Sementara untuk kekurangan dari sistem ekonomi negara kapitalis adalah sebagai berikut:

  •       Masalah harga yang diatur oleh pemerintah tentu membuat transaksi jual beli sangat terbatas. Maka dari itu, perekonomian negara dengan sistem ekonomi komunis tidak ditentukan oleh mekanisme pasar.
  •       Masyarakat sulit melakukan transaksi karena harus mengorbankan hak milik pribadi. Padahal tawar menawar merupakan hal yang enggan dilakukan setiap orang, namun terpaksa demi memperoleh cukup makanan.
  •       Pendidikan moral para individu terabaikan karena negara terlalu fokus mencapai sistem perekonomian komunis.
  •       Sistem ekonomi komunis telah membatasi kebebasan berpikir dan bertindak setiap individu. Secara tidak langsung menjadikan para buruh sebagai alat negara. Sistem ekonomi komunis tidak lebih dari sistem ekonomi diktator.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Komunis

Berikut beberapa ciri sistem ekonomi negara komunis yang perlu kamu ketahui.

  •       Semua hak kepemilikan pribadi ditiadakan untuk memenuhi hak kepemilikan bersama.
  •       Pendidikan gratis untuk seluruh anak di sekolah umum dan sesuai dengan keperluan industri produksi.
  •       Semua pabrik dan instansi produksi menjadi milik negara.
  •       Negara berwenang mengontrol jalanya transportasi dan komunikasi.
  •       Semua masyarakat menjadi pekerja untuk negaranya.
  •       Negara menjadi pemilik seluruh sumber daya ekonomi.
  •       Semua hal terkait dengan sistem ekonomi perlu dilaksanakan bersama-sama. Dengan aturan semua instansi milik negara atau pemerintah, berarti tidak ada individu yang berhak mendirikan perusahaan swasta.
  •       Negara dapat mengatur jumlah barang, jenis, serta membuat keputusan terkait harga.
  •       Negara menjamin semua pengangguran.

Paham komunisme cukup mirip dengan paham sosialisme, dimana semua hal yang menyangkut kegiatan produksi menjadi milik publik bukan perorangan.

Daftar Negara yang Pernah Menerapkan Sistem Ekonomi Komunis

Beberapa negara komunis yang pernah ada adalah:

  •       Kongo
  •       Yaman Selatan
  •       Kamboja
  •       Afghanistan
  •       Mozambik
  •       Ethiopia
  •       Benin
  •       Angola
  •       Yugoslavia
  •       Cekoslowakia
  •       Albania
  •       Rumania
  •       Polandia
  •       Bulgaria
  •       Hongaria
  •       Jerman Timur
  •       Uni Soviet

Alasan tidak lagi banyak negara yang menggunakan paham komunis adalah karena kegagalan pemerintah pada saat menjalankan sistem ini. Negara-negara tersebut gagal menjadikan sistem ekonomi komunis sebagai pandangan hidup, baik secara sosial, politik, ekonomi, serta moral. Penyebab lain adalah pemerintah yang kurang cakap dalam menangani semua persoalan saat muncul di daerah pusat. Selain itu, sering terjadi penyalahgunaan terhadap prosedur, kebijakan, serta peraturan-peraturan yang memberikan dampak besar.