Ekonomi

Cara Pemerintah dalam Mengatasi Inflasi Karena BBM Naik

Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan kenaikan harga BBM jenis Pertamax, Pertalite dan Solar pada tanggal 3 September 2022. Masing-masing menjadi Rp. 16.500 per liter untuk Pertamax, Rp. 10.000 per liter untuk Pertalite, dan Rp. 6.800 per liter untuk bahan bakar minyak Solar. Keputusan ini tentu akan meningkatkan angka inflasi. Menurut informasi Badan Pusat Statistik (BPS), per agustus 2022 angka inflasi di Indonesia telah mencapai 4,69% dan 8,93% secara tahunan.

Padahal seperti yang kita tahu bahwa inflasi dapat menimbulkan akibat buruk pada sektor kegiatan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Semakin laju inflasi meningkat, maka akan semakin menghambat pertumbuhan ekonomi, dan akhirnya menambah jumlah orang miskin. Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah perlu mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter, kebijakan fiskal, serta kebijakan non moneter dan fiskal.

Dampak Kenaikan Harga BBM, Inflasi Bergejolak Hingga Tembus 7,7 Persen

Kenaikan harga bahan bakar minyak akan mendorong inflasi di bulan September dan beberapa bulan setelahnya. Tidak menutup kemungkinan dampaknya sampai di awal tahun 2023. Menurut perhitungan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), lonjakan inflasi tetap akan terjadi meski pemerintah telah menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat.

Jika pemerintah tidak segera mengambil langkah antisipasi, ditakutkan garis kemiskinan akan meningkat signifikan. Selain harga BBM, harga barang dan jasa konstruksi, sembako, makanan serta minuman pun bisa naik. Masyarakat lah yang akan merasakannya secara langsung. Sementara bagi perekonomian Indonesia, ada beberapa dampak berikut.

  •       Tingkat inflasi bisa tembus 7% secara tahunan. Dengan peningkatan inflasi ini, diperkirakan BI akan lebih agresif dalam meningkatkan suku bunga acuan.
  •       Dapat mendorong stagflasi jika dilakukan pada waktu kurang tepat. Kenaikan harga BBM juga berimbas pada kenaikan harga bahan pangan dan kebutuhan lainnya. Keputusan pemerintah dinilai akan sangat memberatkan kehidupan rakyat.
  •       Menekan pasar saham
  •       Kenaikan harga tarif angkutan darat antara 5% – 15% tergantung jenisnya.

Pengaruh inflasi terhadap sektor non ekonomi adalah:

  •       Mengurangi kemampuan ekspor dan membuat biaya yang dikeluarkan semakin mahal. Sementara itu daya saing barang ekspor di pasar internasional akan mengalami penurunan.
  •       Mengurangi pendapatan devisa negara.
  •       Masyarakat akan semakin sulit membeli sebuah properti.
  •       Mengurangi pendapatan riil dari masyarakat.

Harga BBM Naik, Ini Cara Pemerintah Mengatasi Laju Inflasi

Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi untuk kenaikan harga BBM. Dana bantuan sudah disiapkan agar inflasi tetap terjaga. Selain itu, pemerintah juga merencanakan untuk:

  •       Mendesak Pemda melakukan upaya pengendalian bersama semua stakeholder. Pemda harus melakukan komunikasi publik yang efektif agar tidak membuat masyarakat panik. Pemda juga harus berkoordinasi dengan TPID (tim pengendalian inflasi daerah) tingkat kabupaten, kota, atau provinsi.
  •       Memastikan bahwa pemberian bahan bakar minyak bersubsidi tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu.
  •       Menghimbau masyarakat melakukan penghematan energi.
  •       Menyalurkan bantuan sosial senilai Rp. 24,7 triliun kepada 20,65 juta keluarga.
  •       Memperhatikan dampak dari penyesuaian harga BBM di masyarakat
  •       Menjaga pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
  •       Pemda memberikan bantuan dari APBD untuk meningkatkan pendapatan dan daya beli masyarakat dari kelompok miskin yang rentan terkena imbas inflasi.
  •       Menaikkan tarif pajak untuk rumah tangga dan perusahaan dapat membatasi tingkat konsumsi. Tujuannya adalah menurunkan harga suatu barang.
  •       Menghemat pengeluaran pemerintah dengan membatasi pembelian atau permintaan jasa dan barang.
  •       Mengeluarkan aturan untuk meningkatkan jumlah produksi dalam negeri.
  •       Mengeluarkan kebijakan untuk meningkatkan nilai suku bunga, sehingga masyarakat akan terdorong untuk menabung.

Itulah cara pemerintah dalam mengatasi inflasi karena BBM naik. Meski tak dapat dihentikan, namun laju peningkatan masih dapat dikurangi atau diperlambat.

Tips Menghadapi Kenaikan Inflasi

Semua lini masyarakat sebenarnya juga harus bergerak mencari cara mengatasi dampak inflasi agar tidak terlalu lama. Daripada marah-marah dan menyalahkan pemerintah, sebaiknya lakukan tips berikut:

  •       Berhemat dan berorientasi pada kebutuhan. Gunakan jasa dan konsumsi barang seperlunya saja. Atur ulang pos pengeluaran dengan menitik beratkan kebutuhan pokok. Kurangi pos leisure seperti traveling dan nongkrong di tengah gejolak kenaikan harga-harga bahan baku seperti sekarang.
  •       Meningkatkan produktivitas untuk memperoleh tambahan pemasukan pribadi maupun rumah tangga. Hal ini perlu untuk memperkuat kesehatan keuangan..
  •       Melunasi dan mengurangi hutang saat kondisi yang sedang tidak stabil akibat inflasi.
  •       Mulai menabung dan investasi. Alokasikan gaji ke tabungan yang disimpan dalam rekening terpisah. Hanya gunakan saat berada di kondisi darurat. Sementara untuk investasi dapat memilih instrumen-instrumen minim resiko seperti emas, suku itel, dan reksadana.
  •       Persiapkan dana darurat dan asuransi yang dapat membackup keuangan apabila terjadi pemutusan hubungan kerja.
  •       Memaksimalkan jumlah penumpang dalam satu kendaraan untuk menghemat penggunaan bahan bakar.
  •       Menggunakan moda transportasi non BBM seperti sepeda atau berjalan kaki.
  •       Mengurangi kegiatan di luar rumah untuk urusan tidak penting.