politik

PM Australia Ingin Indonesia ikut Atasi Masalah Ekonomi Dunia

Anthony Albanese selaku seorang PM (Perdana Menteri) Australia menyatakan bahwa dia optimis jika Indonesia akan menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar yang ada di dunia yang nantinya dapat ikut mengatasi masalah ekonomi dunia. 

Pernyataan tersebut telah disampaikannya pada saat melakukan kunjungannya ke Indonesia dan telah menjadi bilateral yang pertama setelah dia menjabat sebagai seorang perdana Menteri Australia.

Dalam kesempatan kunjungannya tersebut, Anthony Albanese menekankan betapa pentingnya terlibat di ekonomi terbesar di Asia tenggara dan dengan membawa delegasi-delegasi bisnis yang terkemuka ke negara Indonesia. Dia didampingi oleh Penny Wong selaku Menteri Luar Negeri dan Don Farrel selaku Menteri Perdagangan.

Dikatakannya bahwa prioritas di bawah pemerintahannya adalah dengan melakukan revitalisasi hubungan investasi dan perdagangan. Selama pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo, Anthony Albanese juga menjanjikan akan kerjasama yang tentunya akan lebih kuat dalam bidang keamanan, bidang perdagangan, serta perubahan iklim.

Indonesia dan Australia Bisa Bekerjasama untuk Mewujudkan Potensi IA-CEPA

Menurutnya, kedua negara ( Australia dan Indonesia ) dapat bekerjasama dengan baik untuk mewujudkan potensi IA-CEPA (Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement). Australia juga telah menawarkan keahlian teknisnya untuk membantu pengembangan akan Ibukota baru Indonesia yang mempunyai teknologi tinggi dan hijau.

Anthony Albanese juga mengurangi janji akan 470 juta dollar Australia selama 4 tahun untuk pembangunan di luar negeri di Indonesia serta Kawasan. Sedangkan untuk dana yang mencapai 200 juta dolar Australia dapat digunakan untuk kemitraan iklim serta infrastruktur bersama Indonesia. Ditambah juga untuk pembentukan kantor “Asia Tenggara” baru di wilayah departemen luar negeri Australia.

Anthony Albanese menyatakan bahwa sesuai melalui target akan iklim ambisius di dalam pemerintahannya, dia ingin menciptakan akses yang tentunya lebih baik untuk semua energi bersih yang dapat terjangkau, aman, dan andal yang ada di seluruh wilayah negara Indonesia yang terjadi pada saat Indonesia dan Australia bertransisi terhadap dunia nol yang bersih secara bersama-sama.

PM Australia Ingin Indonesia ikut Atasi Masalah Ekonomi Dunia

Perjalanan itu akan dapat dilakukan ketika pemerintah dari Partai Buruh Baru di Australia yang akan mengakhiri hampir di 1 dekade akan pemerintahan yang konservatif dalam pemilihan pada 21 Mei lalu. Keberhasilannya dalam merebut kekuasaan itulah yang akhirnya menandakan akan penekanan yang sangat besar di antara hubungan yang terjadi dengan Asia Tenggara serta perubahan iklim.

PM Australia Anthony Albanese juga telah mengaku dan menyatakan sebelumnya bahwa Indonesia tidak mendapatkan sekalipun perhatian yang layak di bawah pemerintahannya sebelum Anthony Albanese.

Lanjutnya, dia berkomitmen untuk melakukan kerjasama dengan Indonesia untuk melakukan pembangunan di sektor energi bersih serta akan membuka semua peluang investasi dan juga perdagangan yang ramah lingkungan. Australia telah melakukan banyak upaya dalam mengurangi emisi dengan total 43% di tahun 2030 dan akan menargetkan upaya mengurangi emisi hingga mencapai netralitas karbon atau hingga net zero di tahun 2050.

PM Anthony Albanese juga melanjutkan bahwa dia sudah mengumumkan untuk 10 beasiswa baru yang diperuntukan untuk para mahasiswa Indonesia yang ingin meneruskan studi jenjang S2 dan jenjang S3 di negara Australia dalam jurusan atau bidang studi yang ada kaitannya dengan prioritas akan G20 Indonesia.

Dijelaskannya secara spesifik bahwa mahasiswa yang akan mendapatkan beasiswa studi ke Australia akan melakukan berbagai penelitian di bidang energi terbarukan, transformasi digital, dan arsitektur kesehatan global yang ada di dalam prioritas G20 Indonesia.

Penelitian yang akan dilakukan oleh para mahasiswa tersebut bertujuan untuk dapat berkontribusi di bidang Pendidikan Indonesia serta bagi perekonomian Indonesia dan bertujuan untuk dapat terus mempererat hubungan antara kedua negara tersebut.

Di dalam kunjungannya ini, PM Anthony Albanese didampingi oleh beberapa Menteri seperti Penny Wong ( Menteri Luar Negeri ), Don Farrell ( Menteri Perdagangan ), Ed Husic ( Menteri Industri ), hingga belasan dari para pelaku usaha yang terdiri dari beberapa perusahaan besar dari Australia seperti Telstra, Wesfarmers, hingga Commonwealth Bank.

Seperti diketahui bahwa di masa pemerintahan sebelumnya yaitu Julie Bishop yang pada saat itu telah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Australia juga pernah berkunjung secara resmi ke Indonesia tepatnya di Makassar.

Sama dengan pengalaman kunjungan yang dilakukan oleh Julie Bishop, PM Anthony Albanese merasa sangat puas dan merasa nyaman berada di Indonesia selama melakukan kunjungannya. Dikatakannya bahwa dia mengatakan ingin lebih sering dalam mengunjungi negara Indonesia. 

Anthony Albanese merasa sangat bahagia dapat berkunjung di Indonesia karena dia merasa selalu disambut dengan hangat tidak hanya oleh jajaran pemerintah Indonesia. Namun dia juga disambut dengan hangat oleh seluruh masyarakat Indonesia.

Diapun melanjutkan perkataannya bahwa dia akan kembali ke Indonesia pada bulan November yang tentunya untuk menghadiri KTT G20 yang akan dilaksanakan di pulau Bali dan seperti kita tahu bahwa G20 yang akan datang telah menimbulkan satu kontroversi akan kemungkinan hadirnya Vladimir Putin selaku Presiden Rusia.