Ekonomi

Sebagai Presidensi G20 Indonesia Mengusung Tema Besar ‘Recover Together, Recover Stronger’

Pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia terpilih menjadi presiden atau tuan rumah untuk Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Group of Twenty (G20) atau KTT G20 pada 2022.

Lalu, apa itu G20? Dikutip dari laman Kementerian Keuangan (kemenkeu.go.id) G20 (Group of Twenty) adalah sebuah forum utama kerja sama ekonomi internasional yang beranggotakan negara-negara dengan perekonomian besar di dunia yang terdiri atas 19 negara dan 1 lembaga Uni Eropa, serta perwakilan dari International Monetary Fund (IMF) dan World Bank (WB).

G20 mewakili 65% penduduk dunia, 79% perdagangan global, dan 85% perekonomian dunia. Awal terbentuknya G20 karena kekecewaan komunitas internasional atas kegagalan Group of Seven (G7) dalam mencari solusi dari permasalahan ekonomi global yang dihadapi saat itu.

Terdapat pandangan yang mengharuskan negara-negara berpendapatan menengah dan negara-negara yang memiliki pengaruh ekonomi secara sistemik untuk berpartisipasi dalam memecahkan masalah ekonomi global.

Berkat saran dari para Menteri keuangan G7 pada 1999, Menteri keuangan dan Gubernur Bank Sentral negara G20 mulai mengadakan pertemuan untuk membahas krisis keuangan global yang terjadi pada tahun 1997-1999.

Pertemuan dilakukan beberapa kali dalam satu tahun oleh Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 untuk mempersiapkan KTT. Presidensi G20 ditetapkan berdasarkan kesepakatan sistem rotasi kawasan sehingga akan berganti setiap tahunnya.

Di setiap KTT isu yang selalu menjadi perhatian para pemimpin merupakan adalah isu krisis, isu reformasi lembaga keuangan internasional, dan isu perdagangan. Namun, semakin berkembangnya tantangan global yang membuat isu-isu non-keuangan turut dibahas.

Jalur Pertemuan Dalam G20

Terdapat dua jalur pertemuan dalam G20, yaitu jalur keuangan (finance track) dan jalur non-keuangan (Sherpa track). 

Dalam pertemuan G20 yang berlangsung Finance Track membahas isu-isu di bidang ekonomi, keuangan, fiskal dan moneter. Sedangkan Sherpa Track membicarakan isu-isu ekonomi non-keuangan seperti energi, pembangunan, pariwisata, ekonomi digital, pendidikan, tenaga kerja, pertanian, perdagangan, investasi, industri, kesehatan, anti korupsi, lingkungan, dan perubahan iklim.

Presiden Joko Widodo langsung membentuk panitia nasional untuk mempersiapkan penyelenggaraan setelah ditunjuknya indonesia sebagai presidensi G20. Namun, belum diketahui wilayah mana yang akan ditetapkan sebagai tempat penyelenggaraan agenda internasional tersebut.

Presidensi G20 merupakan posisi di mana sebuah negara menjadi tuan rumah penyelenggaraan pertemuan G20. Sebagai negara terpilih untuk tahun 2022, Indonesia sedang mempersiapkan penyelenggaraan forum yang akan berlangsung sejak 1 Desember 2021 nanti.

Indonesia mengusung tema besar ‘recover together, recover stronger’ untuk forum G20 tahun 2022. Tema ini itu diambil dengan mengedepankan pemulihan ekonomi yang berkelanjutan pasca pandemi. Tema yang dilatarbelakangi oleh visi Indonesia untuk mengedepankan kemitraan dan inklusivitas guna mendorong pemulihan ekonomi dunia yang tangguh berkelanjutan pasca pandemi COVID-19. 

Tugas dan Susunan Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia

Melalui visi dan tema dapat dipastikan G20 akan relevan tidak hanya bagi anggotanya, namun juga bagi semua, khususnya negara-negara berkembang. Sebagai Presidensi G20, Presiden Joko Widodo menerbitkan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 12 Tahun 2021 tentang Panitia Nasional Penyelenggara Presidensi G20 Indonesia, pada tanggal 27 Mei lalu. Tugas panitia nasional ini meliputi :

  1. menyusun dan menetapkan rencana induk penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia, termasuk di dalamnya penentuan tema, agenda prioritas, dan rangkaian kegiatan Presidensi G20 Indonesia;
  2. menyusun dan menetapkan rencana kerja dan anggaran penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia;
  3. mengadakan persiapan dan penyelenggaraan pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi, pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral, pertemuan tingkat Sherpa, pertemuan tingkat Deputi, pertemuan tingkat Working Group, dan pertemuan tingkat Engagement Group melalui kemitraan dengan Troika G20, negara anggota G20, dan organisasi internasional;
  4. mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Side Events;
  5. mengadakan persiapan dan penyelenggaraan program Road to G20 Indonesia 2022; dan
  6. melakukan monitoring penyelenggaraan Presidensi G20 Indonesia.

Merujuk pada Keppres tersebut, susunan panitianya terdiri dari Pengarah, Ketua, Penanggung Jawab Bidang, Koordinator Harian, dan Sekretariat, yaitu:

  1. Pengarah Panitia Nasional terdiri dari Presiden dan Wapres RI, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
  2. Ketua Bidang Sherpa Track yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Ketua I) dan Menteri Luar Negeri (Ketua II)
  3. Ketua Bidang Finance Track yaitu Menteri Keuangan (Ketua I) dan Gubernur Bank Indonesia (Ketua II)
  4. Ketua Bidang Dukungan Penyelenggaraan Acara yaitu Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan.
  5. Penanggung Jawab Bidang Logistik dan Infrastruktur diketuai oleh Menteri Sekretaris Negara dan Sekretaris Kabinet duduk sebagai salah satu anggotanya.
  6. Penanggung Jawab Bidang Komunikasi dan Media diketuai oleh Menteri Komunikasi dan Informatika
  7. Penanggung Jawab Bidang Side Events diketuai oleh Menteri Perdagangan
  8. Penanggung Jawab Bidang Pengamanan diketuai oleh Panglima Tentara Nasional Indonesia